Minggu, 24 Januari 2016

The Most Beautiful Moment

Ada beberapa moment yang berat tapi panjang.ada beberapa moment yang menyenagkan tapi singkat.

"Kemarin saya bertemu wanita
Namanya  Au  .Dan saya ingin mengenalnya.mungkin saya menyukaimu."

    Saya ingin mengenal duniamu yang saya tidak ketahui.awal bertemu denganmu saya merasakan ada sebuah perasaan.perasaan ini bercampur aduk dengan kegelisahan hati.

      Melihat hari demi hari bersamamu membuatku yakin akan perasaan ini.apakah anda tahu bahwa kaki ini melangkah hanya menuju padamu tanpa diketahui?

    Apakah ada sarang laba-laba dikepala saya?.hal itu terus menjadi kusut.bahkan sakit kepala pun datang sebelum cinta,sepanjang hari.

    Kini hari demi hari tanpamu.mungkin moment saat bersamamu telah usai atau masih berlanjut.kini takdir sedang menuliskan kisahnya.sekarang hanya tetap menuggumu.

Kamis, 31 Desember 2015

Doa Ibu Mampu Menembus Langit Ke Tujuh

     Sebagai anak, kita harus berbakti kepada orang tua, khususnya ibu. Ibu rela mengorbankan nyawanya ketika melahirkan kita. Dia juga merawat dan mendidik kita hingga seperti sekarang ini. Tanpa kita ketahui, pastilah seorang ibu akan selalu mendoakan anaknya agar menjadi orang lebih baik. Begitulah dahsyatnya doa ibu yang mampu menembus langit ketujuh dimana Allah berada.

    Orang tua adalah orang yang paling berjasa dalam hidup kita, khususnya ibu. Pastilah doa ibu untuk anak dilakukan karena rasa sayangnya. Oleh karena itu, kita diwajibkan untuk berbuat baik kepada ibu bapak kita. Dalam al-Qur’an pun telah dijelaskan bahwa seorang anak harus berbakti pada orang tuanya. Semakin berkembangnya zaman membuat banyak anak yang tidak lagi menghiraukan hal tersebut. Pada kenyataannya, sekarang pun sudah banyak anak yang membantah atau menyakiti orang tuanya. Mereka inilah yang disebut sebagai anak durhaka.

    Sudah dijelaskan dalam sebuah surah dijelaskan pengorbanan seorang ibu yang sangat besar. Ia rela mengandung dengan susah payah selama 9 bulan dan rela berkorban ketika melahirkan anaknya. Tidak hanya sampai disitu. Ia masih harus merawat anaknya dengan menyusui hingga usia 2 tahun. Hal ini menjelaskan keutamaan dari seorang ibu yang berjasa dalam hidup kita. Bahkan posisi seorang ibu sangat dimuliakan daripada ayah dalam agama islam. Rasulullah juga pernah menyebut ibu sebanyak tiga kali yang wajib untuk dihormati, barulah seorang ayah.

     Pengorbanan seorang ibu sangatlah besar, yakni mengurusi segala urusan rumah tangga, mengurus anaknya hingga dewasa, mengurus suaminya, dan dirinya sendiri. Bahkan tak jarang keperluan pribadinya diabaikan. Setiap hari seorang ibu akan berdoa untuk kebaikan anaknya. Bahkan doa ini selalu dipanjatkan setelah ia sholat. Meskipun anaknya berada jauh darinya, tapi ia tidak pernah lupa untuk mendoakan anaknya. Hal ini jarang diketahui oleh seorang anak. Beberapa di antara mereka menganggap bahwa ibunya tidak memperdulikannya karena ia tidak pernah mengunjungi anaknya. Tapi asal kita tahu, seorang ibu selalu menginginkan yang terbaik meskipun tidak dapat bertemu langsung.

     Apabila ada seseorang yang mendapatkan kesuksesan maka di belakangnya pasti ada peran seorang ibu yang hebat. Tanpa kita sadari, kesuksesan dalam hidup merupakan doa ibu untuk anaknya. Bahkan ada yang menyebutkan bahwa ridho Allah adalah ridho seorang ibu. Hal ini membuktikan jika posisi seorang ibu sangat mulia dan sungguh besar jasanya.

    Pada umumnya, seseorang yang memiliki kehidupan sukses dan bahagia, ia adalah seorang anak yang berbakti dan memiliki kedekatan dengan ibunya. Ia sangat menghormati dan patuh pada ibunya sehingga doa ibunya dihijabah oleh Allah. Doa seorang ibu merupakan salah satu doa yang mustajab. Bahkan ada yang menyebutkan jika doa ibu menembus langit ketujuh.

    Ibu sangatlah berarti dalam hidup kita. Oleh karenanya, kita harus berbakti dan patuh terhadapnya. Ingatlah perjuangan ibu yang sangat berat. Selagi orang tua kita masih ada, maka manfaatkanlah waktu sebaik mungkin dengannya karena usia setiap manusia tidak ada yang tahu. Jangan sampai menjadi anak yang durhaka dengan membentak-bentak atau menyakiti hatinya. Doa besar jika kita membiarkan air mata ibu menetes karena pebuatan durhaka kita. Karena Allah akan memberikan adzab yang amat pedih bagi anak durhaka.

Rabu, 30 Desember 2015

Kesempurnaan Cinta

      Walaupun didunia ini menyimpan banyak kebencian tetapi dihati nurani tetap ada cinta....
Inilah cinta,karena cinta sejati tidak akan pernah mati.

      Kalau ada yang mencintaimu,dia harus mencintaimu juga.bagaimana pun dirimu.kau akan dicintai tanpa memandang apapun.tapi jika engkau dicintai karena ada yang lain darimu,itu bukan cinta melainkan perjanjian.Dan didalam cinta tidak ada perjanjian.

     Ketika kita mencintai seseorang,cintai apa adanya.jangan berharap dia yang sempurna,karena kesempurnaan ketika mencintai tanpa syarat.berhenti mencari seseorang yang pantas dicintai,karena yang kamu butuhkan hanya kemampuan untuk tulus mencintai.

      Cinta kan menerima,memahami,rela berkorban.karena cinta seharusnya membuatmu bahagia,bukan tersiksa.inilah sebuah kesempurnaan dalam cinta.cinta harus berasal dari hati.maka jika tidak dari hati jangan pernah berucap bahwa kamu mencinta.

      Tetaplah berbagi meski kamu tak punya apa-apa.karena kamu bisa berbagi perhatiaan,kasih sayang,pun cinta.Tuluslah ketika berbagi.kamu tak perlu memiliki segalanya tuk bahagia,karena yang butuh hanya seseorang yang mampu buatmu tersenyum ketika hatimu terluka.

     Cinta bukan tentang berapa lama kamu telah mengenal seseorang,tapi tentang seseorang yang membuatmu tersenyum sejak kamu mengenalnya.jika kamu bertemu seseorang yang mampu membuatmu tersenyum,kamu mungkin telah menemukan orang yang tetap untuk hidupmu.

     Inilah kesempurnaan cinta.karena cinta mengajarkan kenyamanan dalam kesempurnaan cinta.

Minggu, 27 Desember 2015

GOOSE DREAM

     Aku punya mimpi,Bahkan jika aku dibuang atau dicabik-cabik Jauh di dalam hatiku Aku punya mimpi sama berharganya seperti permata.

     Seperti Anda selalu khawatir,Anda mengatakan bahwa mimpi bodoh beracun.Sama seperti sebuah buku yang memberitahu kita tentang akhir dunia Ada kenyataan bahwa kita sudah tidak bisa kembali.

    Ya, saya punya mimpi.Saya percaya dalam mimpi itu Berharap mengawasi aku Berdiri di depan dinding yang dingin yang disebut nasib Saya sangat bisa menghadapinya.

    Suatu hari Aku akan lewati dinding itu Dan bisa terbang Setinggi langit Hal yang berat yang disebut hidup tidak bisa mengikat saya.Pada akhir hidupku,pada hari lain saya bisa tersenyum.(Dream high)

Senin, 21 Desember 2015

Momongan oh Momongan

      Demi mendapatkan momongan, ibu rela bertaruh nyawa. Ibu bagai akar pepohonan; memberi dalam hening, rela terpijak dan terbenam agar pepohonan hidup subur. Ketika daun makin subur, bunga kian mekar, dan buah kian ranum, akar hanya tersenyum mengendap—dalam senyap.

“Anak baik yang dijadikan tamu istimewa oleh orang tuanya,”. “Momongan yang tak cuma dibesarkan dengan omongan,”, yang terlahir dalam keridaan dan di jalan yang di ridai-Nya, insya Allah tahu berbalas budi karena sadar: Tanpa akar, pohon akan kering dan meranggas.

        Teringat kisah Robby, anak usia 11 tahun,yang didaftar ibunya untuk ikut les piano di Iowa. Ketika ditanya mengapa mau kursus, jawabannya sederhana, “Karena ibu selalu ingin mendengarku bermain piano.”

       Semula tak terlihat bakat yang hebat dari Robby, dan selama latihan ia cuma biasa-biasa saja. Yang diingat oleh guru hanya ketika anak itu diantar dan pulang, selalu dari jauh ibunya melambaikan tangan, memberikan senyum manisnya.

       Dan pada satu saat, Robby tak muncul-muncul lagi, dan gurunya bukannya sedih tapisenang karena tahu Robby tidak terlalu mampu bermain musik. Tetapi ketika hari-H pertunjukan, Robby tiba-tiba muncul dan memaksa untuk bermain. Tak ingin menyakiti hati Robby, sang guru membolehkannya tampil terakhir agar sang guru bisa mengoreksi kesalahannya. Apa yang terjadi?

       Robby sangat lincah dan mampu memainkan jemarinya di atas tuts piano, memainkan Mozart’s Concerto #21dalam C Mayor yang sangat menakjubkan! Sang guru langsung memeluk dengan air mata bangga. “Bagaimana kamu bisa bermain sehebat itu?”

       Melalui pengeras suara, Robby berujar, “Ibu masih ingat kan, saya pernah bilang ibu saya sakit? Sebenarnya dia kanker, dan meninggal pagi tadi. Dan sebenarnya,ibu saya selalu mengatakan ingin mendengar saya bermain piano, padahal ibu saya tuli sejak lahir. Jadi hari ini, saya bermain piano, dan inilah hari pertama saya percaya ibu saya mendengar saya bermain piano dari surga di atas sana.”

***

      Cinta ibu yang diridai-Nya akan berbalas cinta momongan. Cinta suci di dalam jalan suci akan berbalas dan akan terbalas dengan cinta yang suci.

“Tak mesti menjadi ibu biologis, tetapi tetap bisa menjadi ibu mulia dengan menjadi ibu yang sosiologis. Hanya orangkuat yang diberi cobaan Yang Maha Kuasa.”

     Dan untuk kita semua, sudahkah kita menyenandungkan doa dan “lagu cinta” di telinga ibu kita tercinta, malam ini?

Kasih Ibu:Cinta Yang Tanpa Syarat

Kang Maman-Kasih Ibu:Cinta yang Tanpa Syarat

        Perang, mempertaruhkan nyawa dengan cara membunuh lawan. Ibu, mempertaruhkan nyawanya justru demi hadirnya nyawa baru: anak. Agar kehidupan tetap hidup dan berlanjut.

       Seandainya laki-laki lebih hebat dan kuat dari pada perempuan, tentu tugas melahirkan yang penuh pertaruhan nyawa dibebankan-Nya kepada laki-laki. Maka, alasan apa lagi untuk mengatakan,“Kemampuan perempuan di bawah laki-laki”?

         Dan di negeri ini, itu tergores sejak 22 Desember 1928, oleh para perempuan hebat dalamKongres Perempuan. Dengan inisiator seorang perempuan lajang berusia 21 tahun: Soejatin.

“Ibu pembohong,”Betul, seorang ibu dalam hidupnya membuat banyak kebohongan. Saat makan; jika makanan kurang, ia akan berikan makanan itu kepada anaknya dan berkata, “Cepatlah makan, Ibu tidak lapar.” Waktu tersisa hanya ikan dan daging, ia pun berkata, “Ibu tidak suka daging, makanlah, Nak!” Tengah malam saat dia sedang sakit, menjaga anaknya yang sakit, ia akan berkata, “Istirahatlah, Nak, Ibu masih belum mengantuk.” Saat anak sudah lulus, bekerja dan mengirim uang untuk ibu, ia berkata, “Simpanlah untuk keperluanmu, Nak, Ibu masih punya uang.”

Saat anak sudah sukses, menjemput ibunya untuk tinggal di rumah besar, ia selalu berkata, “Rumah tua kita sangat nyaman. Ibu tidak terbiasa tinggal di sana.”

Saat menjelang tua, ibu sakit keras, anak akan menangis, ibu masih tetap bisa tersenyum sambil berkata, “Jangan menangis, Ibu tidak apa-apa.”

        Itulah kebohongan terakhir yang akan dibuat oleh ibu. Tidak peduli seberapa kaya kita, seberapa dewasanya kita, ia selalu menganggap kita anak kecilnya; mengkhawatirkan diri kita,tapi tidak perlu dan tidak mau anak-anak mengkhawatirkannya.

Semoga semua anak di dunia bisa menghargai setiap kebohongan ibunya.

Dan saya tahu, saya tahu dan percaya:

(Di doa ibuku, namaku disebut Di doa ibuku ku dengar, ada namaku disebut)

Di dalam doa ibu, namaku disebut. Ibu, percayalah, di dalam doa kami, anak-anakmu, namamu pun tak pernah putus kami sebut.

We are born of love; Love is our mother
Kami terlahir dari cinta; Dan cinta itu: Ibu.

Selamat Hari Ibu.

Sabtu, 19 Desember 2015

IBU

Beratnya proses kehamilan dan melahirkan sudah digambarkan semua narsum[narasumber] dan juga dr. Boyke.

        Peristiwa melahirkan terjadi setiap hari, sehingga banyak orang menganggapnya tidak lagi sebuah keistimewaan; hanya dianggap sebagai sebuah ritual biasa.Tapi tahukah, jumlah angka kematian ibu melahirkan di Indonesia masih sangat tinggi?

         Survei Demografi dan Kesehatan 2012 menunjukkan, angka kematian ibu melahirkan: 359 orang/100.000 kelahiran. Jauh lebih tinggi dibandingkan tahun 2007 yang “cuma”228/100.000 kelahiran hidup.

         Sebuah fakta miris yang makin menguatkan bahwa proses melahirkan, ada sosok mulia yang berjuang di antara hidup dan mati demi kehadiran si buah hati: ibunda, namanya. Dan tidak berhentisampai di situ. Ketika kelak anak yang dilahirkannya lapar dan dahaga, tangan ibu yang lembut menyuapi dan memberi minum. Ketika sang buah jiwa riang gembira, tangan ibu yang tengadah syukur memeluk erat dan dengan deraian air mata bahagia. Tatkala sang anak terisak apalagi mengeluarkan tangis, tangan ibu-lah yang hangat sesegera mungkin mengusap air mata. Saat anak mandi, tangan ibu yang mengguyurkan air ke seluruh tubuh, membersihkan segala kotoran di tubuh sang anak. Ketikaanak diterpa masalah dan musibah, tangan ibu-lah yang langsung membelai dan mengusap punggung seraya berkata, “Bersabar, anakku tersayang.” Namun ketika ibu sudah renta dan diterpa rasa lapar, kerap tiada tangan dari anaknya yang menyuapi. Dengan tangan bergetar, ibu suapkan sendiri makanan ke mulutnya dengan linangan air mata.

Saat bunda didera sakit, di mana tangan anak yang bunda harapkan dapat merawatnya dan menutupi tubuhnya dengan selimut kehangatan?

       Tatkala ibu berpulang, nyawa terbang kembali ke Pemiliknya dan jenazahnya hendak dimandikan, di mana tangan anakyang ibu harapkan untuk memandikan jenazahnya terakhir kali seperti saat ia memandikan sang anak di waktu kecil?

        Sentuhan tangan ibu yang mengantarkan kita ke dunia, yang bisa membawa kita masuk ke surga, kerap kali kita lupa membalasnya meski ia tak pernah meminta.

Teringat penggal puisi pendek Rini Intama:

“Lupa pada warna senja yang sebentar lagi turun

Suara ibu memanggilku hingga suara serak berdahak

Lamat menghilang dalam pekat awan yang berserak

Secangkir air mata panas tumpah menyiram hatiku

Malam, kutanya di mana ibu ?

Ayah berbisik, sudah di surga sore tadi, nak...”***

Sebelum itu terjadi karena itu pasti terjadi,sudahkah kamu menyapa ibumu malam ini, sosok yang melahirkanmu, atau mencium keningnya dan mendoakannya?

Selamat malam, ibu